Showing posts with label KISAH ISLAM. Show all posts
Showing posts with label KISAH ISLAM. Show all posts

MASKHAY BUSINESS


http://www.nmcmobile.com/

Kunjungi http://bit.ly/2yjElZa  atau http://bit.ly/2yxOP8g

اسلام عليكم ورحمة الله وبر كاته
⭐ Welcome to Maskhay1922 BUSINESS Official Line⭐

Check & follow instagram @Maskhay1922atau
Kunjungi http://bit.ly/2yxOP8g Atau WA : 085843147650 untuk testi lebih banyak !

BISNIS INI BUKAN MLM ATAU MONEY GAMES! ya guys 100% HALAL hidup cuma sekali jadi kami tidak akan menyianyiakan waktu kami hanya untuk berbuat dosa〓

Kerja sangat simple dan bermodal kecil!
Untungnya? 
Puluhan juta bahkan ratusan juta.

PHP=Langsung Block
Butuh yang serius saja😊


SEMAKIN LAMA NUNDA
SEMAKIN TERTINGGAL JAUH

Banyak yang sudah membuktikan dan SUKSES disini😍 👍Takut ngga balik modal? Indonesia luas, saya dan partner saya aja sukses😊 kenapa kamu nggak. 👍Gaptek ? tenang, kita bakal ajarin kamu dari NOL sampai BISA. 👍Penipuan?? jelas tidak!!! bisa cek sendiri timeline, instagram saya, bahkan POLISI JADI PARTNER bisnis saya😊


http://www.nmcmobile.com/
TESTI LAGII ..
ANAK MUDA 6 HARI SAJA SUDAH BISA BELI HP OPPO FIS 64 GB BERKAT FULL BIMBINGAN DARI NMC MOBILE.

DAHENJUM AJUMII DPT PESAN DARI PRESIDENT NMC BACA😂

1)Website resmi NMCMOBILE hanya www.nmcmobile.com

2) Hati hati penipuan bisnis NMC dengan iming iming legalitas dan kantor 

3) NMCMOBILE tidak memiliki id card atau semacamnya dikarenakan anda dididik menjadi BIG BOSS bukan KARYAWAN/MARKET
ING 😊

4) HATI HATI PENIPUAN dengan iming iming KMT EXECUTIVE CLASS selain di NMCMOBILE.COM. 
SIAPP!!!! AYO GABUNG

http://www.nmcmobile.com/


COBA KAMU LIHAT YANG SERAGAMAN BEGINI SAJA IKUT GABUNG. MASIH KATAKAN PENIPUAN ? #MasaBodoh #BodoAmat
LIHAT DAN SIMAK YA .. ● UANG & KEUNTUNGAN LANGSUNG KE KAMU ● MODAL SEKALI U/ SEUMUR HIDUP ● FULL BIMBINGAN DARI KAMI ● BUKAN BISNIS DATABASE ● BUKAN JUAL FILE/PRODUK ● NO MLM NO MONEY GAME
---------------------
Kami berikan jaminan full bimbingan 100% dari NOL sampai SUKSES

Kalau belum SUKSES saya doakan @SuksesForYou

SUDAH SIAP!!!!! ➡chat : FIX TRANSFER

Hari ini terakhir promo, slot terbatas!
CHAT MASUK RIBUAN PERHARI, HANYA MELAYANI YANG SERIUS!! PHP/ISENG2 AKAN KAMI BLOCK & BLACKLIST
Butuh yang serius Aja

Astagfirullah, Inilah 7 Menit Kehidupan Setelah Nyawa Keluar Dari Raga @Maskhay1922




DAHSYATNYA PROSES KEMATIAN (penting untuk dibaca dan dihayati)



Dalam Islam, kita percaya akan kehidupan setelah mati. Yang dimaksud kehidupan setelah mati dalam Islam bukanlah seperti yang kita jalani di dunia ini, bukan juga sebuah reinkarnasi. Namun yang dimaksud kehidupan setelah mati dalam Islam adalah kehidupan yang akan dijalani dengan kekal abadi di akhirat.

Namun, sebelum menuju kehidupan kekal di akhirat sekarang ini kita hidup di dunia ini. Dan di dunia ini kita diperintahkan oleh Allah SWT untuk beribadah dan berbuat amal baik, karena hal itu akan bermanfaat di akhirat kelak.

Untuk itu, sebelum kita menuju akhirat sangat penting bagi kita untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, baik dalam hal ibadah maupun yang lainnya. Selain itu, kita juga harus mentaati apa yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya serta menjauhi segala yang dilarang dan diharamkan-Nya. Karena hal itu dapat menyelamatkan kita di hari pembalasan kelak, karena setelah mati ada banyak tahapan dan perjalanan yang akan kita lalui dan tahap-tahap perjalanan manusia setelah mati. Inilah 7 menit kehidupan setelah mati dan sebelum nyawa menghadap ke hadapan Allah.


Sahabat Qur'ani betapa pedihnya kematian,   
“Demi Allah, seandainya jenazah yang sedang kalian tangisi bisa berbicara sekejab, lalu menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya) pada kalian, niscaya kalian akan melupakan jenazah tersebut, dan mulai menangisi diri kalian sendiri”. (Imam Ghozali mengutip atsar Al- Hasan)

Kita semua tahu sesungguhnya dunia ini fana,semua yang ada didalamnya akan binasa.......
Bahkan dunia yang selama ini kita bangga - banggakan tidak akan bisa memberikan pertolongan pada kita ketika ajal menjemput kita.

Sesaat sebelum mati kita akan merasakan jantung berhenti berdetak, nafas tertahan dan badan bergetar. akan terasa dingin di telinga. Darah berubah menjadi asam dan tenggorokan berkontraksi.

0 Menit
Kematian secara medis terjadi ketika otak kehabisan supply oksigen.

1 Menit
Darah berubah warna dan otot kehilangan kontraksi, isi kantung kemih keluar tanpa izin.

3 Menit
Sel-sel otak pun tewas secara masal. Saat ini otak benar-benar berhenti berpikir.

4 - 5 Menit
Pupil mata membesar dan berselaput. Bola mata mengkerut karena kehilangan tekanan darah.

7 - 9 Menit
Pada saat itu penghubung ke otak mulai mati.

1 - 4 Jam
Rigor Mortis(Fase Dimana keseluruhan otot di tubuh menjadi kaku) membuat otot kaku dan rambut berdiri, kesannya rambut tetap tumbuh setelah mati.

4 - 6 Jam
Rigor Mortis pun Terus beraksi. Darah yang berkumpul lalu mati dan warna kulit menghitam.

6 Jam
Otot masih berkontraksi. Proses penghancuran, seperti efek alkohol masih berjalan.

8 Jam
Suhu tubuh langsung menurun drastis.

24 - 72 Jam
Isi perut membusuk oleh mikroba dan pankreas mulai mencerna dirinya sendiri.

36 - 48 Jam
Rigor Mortis Berhenti, Tubuh anda selentur penari balerina.

3 - 5 Hari
Pembusukan mengakibatkan luka skala besar, darah menetes keluar dari mulut dan hidung.

8 - 10 Hari
Warna tubuh berubah dari hijau ke merah sejalan dengan membusuknya darah.

Beberapa Minggu
Rambut, Kuku, Dan Gigi dengan mudahnya terlepas.

Satu Bulan
Kulit kita pun mulai mencair.

Satu Tahun
Selain tulang-belulang tidak ada lagi yang tersisa dari tubuh.........

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَ إِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَ تَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ
“Wahai Tuhan kami! Kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni dan merahmati kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. al-A’raf: 23)

Ya Alloh ampunilah dosa dosa kami semua..............
jadikanlah akhir hayat kami husnul khotimah......
tempatkankanlah kami sebaik - baiknya tempat.
amin  ya rabbal 'alamin.......

Kisah Islam Balasan Ekspres@MasKhay

Balasan Ekspres


Seorang pemuda yang dulunya pernah studi di benua benua Eropa bercerita bahwa ketika dia masih di sana, ada seorang laki-laki 'Bule' masuk Islam. Setelah masuk Islam, kondisinya berubah, dia benar-benar serius dan antusias sekali menjalankan syari'at Islam secara kaffah (menyeluruh). Bahkan dia dengan bangga menampakkan keislamannya dan membangga-banggakannya di hadapan orang-orang kafir tanpa malu atau ragu-ragu sedikitpun, sekalipun tanpa momen. Yang jelas, dia selalu antusias untuk itu.

Dia menceritakan bahwa suatu hari, pada salah satu perusahaan milik orang kafir tercantum pengumuman lowongan kerja. Dia bergegas untuk melamar dengan penuh kebanggaan kepada agama barunya ini. Dia harus menghadiri interview dan bersaing untuk mendapatkan pekerjaan tersebut. Tatkala interview dimulai, panitia khusus penerimaan karyawan baru pada perusahaan tersebut mengajukan beberapa pertanyaan yang diantaranya, "Apakah kamu minum khamar?."

Si muslim yang bangga akan keislamannya ini menjawab, "Saya tidak meminum khamar sebab saya ini orang Islam dan agama saya melarang hal itu."

Lalu panitia bertanya lagi, "Apakah kamu punya teman kencan wanita?."
"Tidak, sebab agama Islam yang saya anut ini mengharamkan saya melakukan itu dan hanya membatasi hubungan saya dengan isteri yang saya nikahi sesuai dengan syari'at Allah Ta'ala saja, " jawabnya lagi.

Setelah itu diapun keluar dari ruangan dengan rona wajah setengah putus asa. Dia tidak yakin akan lulus dalam interview tersebut. Namun ternyata hasilnya amat mencengangkan. Semua peserta interview yang demikian banyak tersebut, tidak satupun yang lulus. Hanya dia saja yang lulus.

Oleh karena itu, dia segera menghadap panitia tersebut sembari bertanya-tanya, "Saya sebenarnya menunggu-nunggu penolakan kalian terhadap saya dalam pekerjaan ini. Soalnya saya tidak sepaham dengan agama kalian dan telah memeluk Islam, akan tetapi saya malah terperanjat, kok saya bisa diterima padahal banyak sekali saudara-saudara kalian yang sesama agama Nashrani juga ikut interview bersama saya. Sebenarnya, ada apa sih?.", tanyanya.

Panitia tersebut memberikan alasannya, "Sesungguhnya calon pegawai untuk pekerjaan ini syaratnya harus orang yang sigap dalam segala kondisi dan ingatannya harus sehat. Sedangkan orang yang meminum khamar, tidak mungkin memenuhi persyaratan ini. Kami memang sedang menunggu-nunggu diantara sekian banyak pelamar tersebut, siapa diantara mereka yang tidak meminum khamar. Namun karena hanya anda yang memenuhi persyaratan tersebut, maka kami menjatuhkan pilihan pada anda untuk job ini. "

Sungguh, apa lagi hal yang dapat mencegah seorang Muslim untuk berbohong, memanipulasi atau bermain dengan kata-kata?…Tentu, tidak lain adalah ketakwaannya. Maka, tidak ada lain berkah yang diberikan Allah kepada orang-orang yang bertakwa selain kemudahan dan rizki yang tidak disangka-sangka.

(Diambil dari buku "Qashash Imâniyyah Ma'a al-Muttaqîn", karya 'Adil bin Muhammad al-'Abdul 'Aliy, h.31-32)

Islam story Doing due Arrogant@MasKhay

Doing due Arrogant




This story is a personal experience of a Muslim woman who is a friend of mine in Sydney. He is a Muslim nationality Australia in studying the spirit of Islam should not be asked. Until he tried to stay in Saudi Arabia with her husband the Egyptian nationality to study there. After two years he returned to Australia and preach to Muslim women here. Especially English. This is his story that I hear it from him hopefully all Muslim women can benefit. Because this story is ana heard of him without knowing the detailed chronology of events that surely then I just tried to put in outline only, .. maybe ladies who lived in the Middle East have heard or even watched this true story. Where the incident occurred when he was there.

As we know that the command to wear the hijab for Muslim women in the Middle East is very strict. Rarely do we see the women opened the veil there when in reality when they are traveling abroad (travel), ... they open her headscarf (although not entirely just some of them). Where they wear the hooded simply because obey the commands of the state not to Allah subhanahu wat'aala.

This my friend, .. when was there a very happy because everywhere that he saw was the woman who was kept and veiled so that he does not feel alone. At that time he was with her husband went shopping in a mall (shopping center). So crowded ... advised his name is also a shopping .. but no one is annoying her. That's when he saw a woman walking in front of him without wearing a headscarf. Yes, .. the woman does not wear a headscarf. Look so happy without the veil. With tight clothes and invite the attention of men. He does not care.

Perhaps because they feel uncomfortable, .. a man came to him and suggested that she covered her head with a veil or headscarf.

The man said: "O woman, .. fear God .... thou shalt not make God angry, put on the veil !!!
The woman replied: "For what ?? Does he get angry at me ?? When he angrily let him contact me through this my cell phone !! "less so the woman answers .. underestimate Allah subhanahu wata'ala bestows so many favors to him.

My friend was very surprised to hear the woman answers earlier. She felt scared when siwanita would eventually harm as a result of the speech and arrogance. Just got the woman had walked a step or two legs arrogantly she suddenly slipped. That's when she slipped and fell over in a flash position is like a person who would deathbed (near death) followed by discharge from the anus scattered emit bad odor. People around that too panicked. Soon he too died.

My friend was very shocked by the incident, .. because as if like a dream or as not a true story only happens in the movies only. Immediately he went home and did not go shopping because it was still shocked by the incident.


From the above incident beliaupun arrival in Sydney convey the story to everyone she saw Muslim women here to always obey His commands and stay away from all His prohibitions, and that we always ask the end of good life or Husnul khatimah. Hopefully the story above we can take the lesson.

Kisah Islam Akhirnya Dia Mati Seperti Keledai@MasKhay

Akhirnya Dia Mati Seperti Keledai
By : https://maskhay1922.blogspot.co.id/




Kisah ini terjadi di Universitas 'Ain Syams, fakultas pertanian di Mesir. Sebuah kisah yang amat masyhur dan dieksposs oleh berbagai media massa setempat dan sudah menjadi buah bibir orang-orang di sana.

Pada tahun 50-an masehi, di sebuah halaman salah satu fakultas di negara Arab (Mesir-red.,), berdiri seorang mahasiswa sembari memegang jamnya dan membelalakkan mata ke arahnya, lalu berteriak lantang, "Jika memang Allah ada, maka silahkan Dia mencabut nyawa saya satu jam dari sekarang!."

Ini merupakan kejadian yang langka dan disaksikan oleh mayoritas mahasiswa dan dosen di kampus tersebut. Menit demi menitpun berjalan dengan cepat hingga tibalah menit keenampuluh alias satu jam dari ucapan sang mahasiswa tersebut. Mengetahui belum ada gejala apa-apa dari ucapannya, sang mahasiswa ini berkacak pinggang, penuh dengan kesombongan dan tantangan sembari berkata kepada rekan-rekannya, "Bagaimana pendapat kalian, bukankah jika memang Allah ada, sudah pasti Dia mencabut nyawa saya?." Para mahasiswapun pulang ke rumah masing-masing. Diantara mereka ada yang tergoda bisikan syaithan sehingga beranggapan, "Sesunguhnya Allah hanya menundanya karena hikmah-Nya di balik itu." Akan tetapi ada pula diantara mereka yang menggeleng-gelengkan kepala dan mengejeknya.

Sementara si mahasiswa yang lancang tadi, pulang ke rumahnya dengan penuh keceriaan, berjalan dengan angkuh seakan dia telah membuktikan dengan dalil 'aqly yang belum pernah dilakukan oleh siapapun sebelumnya bahwa Allah benar tidak ada dan bahwa manusia diciptakan secara serampangan; tidak mengenal Rabb, tidak ada hari kebangkitan dan hari Hisab.

Dia masuk rumah dan rupanya sang ibu sudah menyiapkan makan siang untuknya sedangkan sang ayah sudah menunggu sembari duduk di hadapan hidangan. Karenanya, sang anak ini bergegas sebentar ke 'Wastapel' di dapur. Dia berdiri di situ sembari mencuci muka dan tangannya, kemudian mengelapnya dengan tissue. Tatkala sedang dalam kondisi demikian, tiba-tiba dia terjatuh dan tersungkur di situ, lalu tidak bergerak-gerak lagi untuk selama-lamanya.

Yah…dia benar-benar sudah tidak bernyawa lagi. Ternyata, dari hasil pemeriksaan dokter diketahui bahwa sebab kematiannya hanyalah karena ada air yang masuk ke telinganya!!. 

Mengenai hal ini, Dr.'Abdur Razzaq Nawfal -rahimahullah- berkata, "Allah hanya menghendaki dia mati seperti keledai!."

Sebagaimana diketahui berdasarkan penelitian ilmiah bahwa bila air masuk ke telinga keledai atau kuda, maka seketika ia akan mati?!!!.


(Sumber: Majalah "al-Majallah", volume bulan Shafar 1423 H sebagai
yang dinukil oleh Ibrahim bin 'Abdullah al-Hâzimiy dalam bukunya "Nihâyah
azh-Zhâlimîn", Seri ke-9, h.73-74

Islam Story Whoever abandons something for the sake of Allaah, He will replace it for him with something better than it@MasKhay

Whoever abandons something for the sake of Allah,
He will replace it for him with something better than it

The teacher of our teachers,[1] the great scholar and historian, Shaikh Muhammad Raaghib At-Tabbaakh, rahimahullaah, mentioned the following story in his book “I’laam an-Nubalaa bi-Taareekh Halab ash-Shuhabaa” (7/231):

“Shaikh Ibraaheem Al-Hilaalee Al-Halabee – a pious and noble scholar – traveled to Al-Azhar University in search of knowledge. While seeking knowledge, he became very poor and used to rely on charity. One time, several days passed by and he did not find anything to eat, so he became extremely hungry.

So he came out of his room in Al-Azhar to ask for some scraps of food. He found an open door from which a pleasant smell of food was coming out of. So he entered the door and found himself in a kitchen with no one around. There he found some tempting food, so he grabbed a spoon and dipped it in, but when he lifted it to his mouth, he held himself back from eating it, since he realized that he had not been given permission to eat from it. So he left it and returned to his room in the dormitory of Al-Azhar, still hungry and starving.

But no less than an hour passed by, when one of his teachers, accompanied by another man, came into his room. And his teacher said to him: ‘This noble man came to me seeking a righteous student of knowledge to choose for marrying his daughter, and I have chosen you for him. So rise and come with us to his home where we can complete the marriage contract between you and his daughter and you can become part of his household.’ So Shaikh Ibraaheem struggled to get to his feet, obeying the command of his teacher and went with them. And behold they took him to the very same house he had been to, and which he had entered and dipped the spoon into the food!

So when he sat down, the girl’s father married her to him and the food was brought out. It was the same food he had put the spoon into before and which he abandoned. But now he ate from it and said to himself: ‘I withheld from eating it when I had no permission, but now Allaah has given me this food with permission.’

Afterward, this righteous wife went back with him to Halab, after he had finished his studies. And she bore righteous children for him.”

So this is the fruit of patience and this is the result of having taqwaa, as Allaah says: “And whoever has Taqwaa of Allaah, He will make a way out for him (from hardship), and He will provide for Him from places He never imagined.” [Surah At-Talaaq: 2-3]

But as for those who are hasty – those who do not distinguish between the truth and falsehood, seeking after the transitory vanities of this worldly life – they will never experience anything but grief and sorrow in their hearts, for they will never attain the worldly life nor will they ever achieve Religion.

This is because they forget – or perhaps neglect – the saying of Allaah: “Is not Allaah sufficient for His servant?” [Surah Az-Zumar: 36]

As for those who are patient and firm and who have Taqwaa, they will gain ascendancy in this life and glory and honor with their Lord on the Day of Judgement. And Allaah says: “So give the glad tidings to the patient ones.” [Surah Al-Baqarah: 155] And He says: “Verily, the patient ones will be given their reward without any reckoning.” [Surah Az-Zumar: 10]


--------------------------------------------------------------------------------
Footnotes:

[1] Translator’s Note: He is referring to Imaam Al-Albaanee, who was a student of Shaikh Muhammad Raaghib At-Tabbaakh.

Kisah islam WASIAT RASULULLAH KEPADA ABU DARDA' (Part Terakhir)@Maskhay


Risalah No: 10 / Thn. IV / Rabiul Awal 1422 H
WASIAT RASULULLAH KEPADA ABU DARDA'
(Part Terakhir)

Dari Abu Darda’ ra. ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam bersabda kepadaku dengan sembilan perkara: .... (6) Janganlah engkau lari dari medan pertempuran meskipun engkau binasa dan semua teman-temanmu lari (7) Infaqkanlah kelebihan hartamu kepada keluargamu. (8) Janganlah engkau mengangkat tongkatmu dari keluargamu (9) Ancamlah mereka untuk takut kepada Allah subhanu wa ta’ala.
(HR.Bukhari, Ahmad 5/238, Ibnu Majah no.4034, Thabrani)

  • Jangan engkau lari dari medan pertempuran meskipun engkau binasa dan teman-temanmu lari.

    Larinya seseorang dari medan perang hukumnya haram termasuk dosa besar yang paling besar, sebagaimana Rasulullah telah menyebutkan tentang dosa besar yang paling besar salah satunya adalah lari dari medan perang. 
Allah berfirman:Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bertemu dengan orang-orang yang kafir yang sedang menyerangmu, maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur). Barangsiapa yang membelaka-ngi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahannam. Dan amat buruklah tempat kembalinya. (Al-Anfal 15-16) 
    Dalam ayat ini dijelaskan bahwa orang yang lari dari medan perang, maka ia :(a) Telah melakukan dosa besar,(b) Akan mendapat kemurkaan Allah(c) Tempat tinggalnya adalah Jahannam — na’udzubillah. 
    Karena itu orang berjihad di jalan Allah tidak mundur dalam menghadapi musuh, karena jka ia terbunuh ia mati syahid di jalan Allah, yang Allah janjikan baginya surga. Kita dapat mengambil pelajaran dari shahabat, dimana mereka tidak mundur dari medan perang, karena pilihan mereka hanya dua yaitu menang atau mati syahid di jalan Allah. Sebagai contoh seperti keberanian Anas bin Nadhr dalam perang Uhud, dia berperang sampai ia mati syahid, tidak mundur sedikit pun meskipun di tubuhnya terkena lebih dari 80 pukulan pedang, tombak dan panah, lalu tubuhnya dipotong-potong oleh kaum musyrikin. 
    Demikian keberanian para shahabat, mereka berjuang membela Islam dengan harta, tenaga dan darah mereka. Oleh sebab itu tidak ada istilah takut untuk membela agama Islam. 
Perhatikanlah bagaimana Allah mensifati takutnya orang-orang kafir itu kepada kaum muslimin:Mereka tiada akan memerangi kamu dalam keadaan bersatu padu, kecuali dalam kampung-kampung yang berbenteng atau di balik tembok. Permusuhan antara sesama mereka adalah sangat hebat. Kamu kira mereka itu bersatu padahal hati mereka berpecah belah. ... (Al-Hasyr:14) 
Disebabkan karena:Sesungguhnya kamu dalam hati mereka lebih ditakuti daripada Allah. Yang demikian itu karena mereka adalah kaum yang tiada mengerti. (Al-Hasyr:13)
  • Infaqkanlah kelebihan hartamu kepada keluargamu. 


    Memberikan nafkah kepada keluarga, isteri dan anak-anak adalah wajib, sebagaimana firman Allah yang artinya: 
"Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma`ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan juga seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya ... (Al-Baqarah 233) 
Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam bersabda:Setiap kamu adalah pemimpin dan akan ditanya tentang kepemimpinannya… dan laki-laki adalah pemimpin di rumahnya dan akan ditanya tentang kepemimpinan-nya terhadap keluarganya (HR. Bukhari Muslim) 
    Seorang kepala rumah tangga wajib menjaga rumah tangganya dengan sebaik-baiknya, di antaranya dengan memberikan nafkah, dan apabila ia tidak memberikan nafkah dan bakhil atau pelit maka ia berdosa: 
Cukuplah seseorang berdosa bila ia menyia-nyiakan orang yang wajib ia berikan nafkah kepadanya. (HR Abu Dawud) 
    Apabila seseorang memberikan nafkah maka ia akan diberi ganjaran pahala bahkan lebih besar dari infaq kepada orang miskin dan memerdekakan budak. 
Nabi shallallahu ‘alahi wasallam bersabda:Apabila seseorang memberikan nafkah kepada keluarganya yang ia mengharap-kan ganjaran, maka ia itu adalah shadaqah. (HR Bukhari Muslim)Satu dinar yang diinfaqkan di jalan Allah, satu dinar untuk memerdekakan budak, satu dinar dishadaqahkan untuk orang miskin, satu dinar dinafkahkan untuk keluarga maka yang lebih besar ganjarannya adalah yang diinfaqkan kepada keluargamu (HR. Muslim no.995) 
Seutama-utama dinar adalah yang diinfaqkan kepada keluarganya (HR. Muslim dan Tirmidzi) 
    Ada satu hal yang perlu diperhatikan dalam memberikan nafkah yaitu yang sedang-sedang saja, tidak boros dan tidak pula bakhil. 
Allah berfirman:Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.(Al-Furqan:67)Bakhil akan menyebabkan sifat khianat pada keluarga bahkan membawa kepada perbuatan jahat, demikian pula sifat boros akan membawa isteri dan anak-anak kepada maksiat dan kerusakan. Jadi harus pandai-pandai mengatur nafkah rumah tangga, sehingga harta tidak menyebabkan terjadinya malapetaka.
  • Janganlah mengangkat tongkat dari keluargamu.

Hal ini berkaitan dengan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Thabrani, Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam bersabda: 
Gantunglah pecut, supaya anggota keluargamu melihat pecut itu, karena akan memberikan adab kepada mereka (HR. Thabrani/Silsilah Hadits Shaihih no.1447) 
    Nabi memerintahkan kepada kita agar menggantungkan pecut/cemeti supaya keluarga bisa melihatnya dan memukul isteri dan anak, karena tindakan ini akan membuat mereka tidak meremehkan  ketentuan-ketentuan agama. Memukul disini dibolehkan saja dengan ketentuan tidak berlebihan, yaitu tidak memukul pada bagian muka dan tidak pula melukainya. 
Allah berfirman :Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang ta‘at kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka menta‘atimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (An-Nisa’:34) 
Pukulan disini adalah dengan pukulan yang mendidik bukan untuk melampiaskan dendam. Pukulan yang penuh rasa sayang agar keluarga selamat dari segala bentuk kemungkaran.

  • Ancamlah mereka dengan rasa takut kepada Allah.

Sesungguhnya rasa takut adalah cambuk yang menggiring manusia menuju kepada ketaatan kepada Allah serta menjauhkan dari maksiat terhadap-Nya. Karena itu hendaklah seorang bapak berusaha keras agar ia senantiasa dihormati dalam keluarga dan ditakuti sanksinya, sehingga anggota keluarga tidak meninggalkan kewajiban-kewajiban kepada Allah dan terhindar dari maksiat. 
Sosok kepala keluarga bagaikan nakhoda, ia bertanggung jawab atas keselamatan bahtera yang dibawanya hingga sampai ke daratan. Dan manusia di dunia ini bagaikan penumpang yang menuju akhirat. Bila selamat, mereka akan sampai di sorga dan bila tidak, mereka akan tenggelam di neraka. Kepala rumah tangga dibebani untuk ber-upaya keras menyelamatkan keluarganya serta mencegahnya dari kehancuran. 
Allah berfirman:Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (At-Tahrim:6) 
    Dan menjaga dari api neraka itu tidak lain adalah dengan amar ma’ruf dan meninggalkan yang mungkar. Kita harus mendidik anak dan isteri kita di atas jalan yang benar, kita harus memperhatikan masalah aqidahnya, shalatnya, pergaulan-nya, akhlaknya, pakaiannya dan lainnya. Karena orang tua adalah pemimpin yang akan ditanya di akhirat. Karena ancamlah keluarga untuk takut kepada Allah subhanu wa ta’ala sebagaimana firmanNya:Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezki kepadamu, Kamilah yang memberi rezki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa. (Thaha:132) 
Dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam memerintahkan:"Suruhlah anak-anakmu sholat dikala mereka berumur tujuh tahun dan pukullah mereka (karena meninggalkan sholat) di saat berumur sepuluh tahun dan pisahkanlah tempat tidur mereka) (H.R. Ahmad, Abu Daud: 459; lihat Shahih Abu Daud no.466)

YAZID ABDUL QADIR JAWAS
Maraji’: Shahih Adabul Mufrad, Shahih Jami’us Saghir, Shahih Targhib wat Tarib, Irwa’ul Ghalil fii Takhrij Ahaadits Manaris-sabil, Riyadush Shalihin Muhaqqaq.

RALAT
Pada Edisi yang lalu pada hadits Pertama disebutkan bahwa Orang yang mati sementara di dalam perutnya masih terdapat khamer maka matinya seperti bangkai jahiliyah(kafir). (dibaca: mati seperti bangkai jahilyah atau seperti kafir).
Untuk menghindari kesalahfahaman, yang dimaksud bukanlah mati di luar Islam, tetapi mati dalam keadaan di dalam kemurkaan Allah yang amat besar, yakni mati dalam keadaan membawa dosa yang paling besar sedang ia dalam keadaaan belum bertaubat.
Pada halaman terakhir kolom pertama, terdapat kata " (bukan dari Islam)", di dalam hadits orang-orang yang memberontak kepada pemerintah. Yang dimaksud adalah bukan pengkafiran orang yang memberontak, tetapi yang dimaksud adalah mereka mengambil cara-cara yang bukan dari Islam, dan mereka bukan termasuk ke dalam golongan yang selamat. Mohon dimaafkan.


Kisah Islam WASIAT RASULULLAH KEPADA ABU DARDA' (PART 2)@MasKhay

Risalah No: 9 / Thn. IV / Rabiul Awal 1422 H

WASIAT RASULULLAH KEPADA ABU DARDA'
(PART 2)



Dari Abu Darda' ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda kepadaku dengan sembilan perkara: ... (3) Jangan sekali-kali engkau minum khamer, sesungguhnya khamer adalah kunci dari semua kejahatan. (4) Taatlah kepada kedua orang tuamu, seandainya keduanya menyuruhmu mengeluarkan hartamu seluruhnya maka keluarkanlah semua harta untuk keduanya. (5) Jangan engkau bertentangan denga ulil amri (pemerintah) meskipun memandang bahwa engkau lebih benar darinya.... 
(HR.Bukhari, Ahmad 5/238, Ibnu Majah no.4034, Thabrani)

  • Janganlah minum khamer, karena sesungguhnya khamer itu kunci dari semua kejahatan.

Rasulullah bersabda: 

Khamer adalah sumber segala perbuatan jelak. Barang siapa meminumnya tidak diterima sholatnya 40 hari dan bila ia mati dan khamer masih dalam perutnya maka ia mati seperti bangkai jahiliyah (kafir) (HR. Thabrani, Shahih Jami'us Shaghir no. 3344). 

Sabda yang lain: 

Khamer itu pokok dari setiap kejelekan dan merupakan dosa besar yang besar, barang siapa yang meminumnya ia kan berzina dengan ibunya dan dengan bibinya (HR. Thabrani -Shahis Jami'us Shaghir no. 3345- Derajat hadits ini Hasan).

    Dalam hadits diatas Rasulullah menyatakan bahwa khamer adalah kunci dari setiap kejelekan, karena seseorang meminum khamer ia akan berzina, membunuh, merampok, membuat kekacauan dan perbuatan-perbuatan keji lainnya. Hal ini dikarenakan ketidak-sadarannya pada waktu itu. Oleh karena itu Nabi saw mengatakan bahwa khamer itu kunci dari semua kejelekan. 

    Saat ini minuman keras/khamer banyak sekali beredar dengan nama-nama yang beraneka ragam untuk menipu dan memperdaya orang. Mereka tidak menyebutnya khamer atau arak, akan tetapi dengan nama-nama lainnya, apakah dengan minuman segar, jamu atau minuman rohani, atau lainnya, sebagaiman sabda Rasulullah saw:

Sungguh ada golongan dari umatku yang meminum arak/khamer, akan tetapi, mereka menamakannya dengan nama yang lainnya. (HR. Ahmad 5/342, Shaihul Jami' 5453) 

    Karena itu meskipun nama yang mereka gunakan berbeda-beda tetap saja setiap yang memabukkan itu haram hukumnya, 

sebagaimanasabda Nabi: 

Setiap yang memabukkan itu adalah khamer, setiap yang memabukkan adalah haram. (HR. Muslim 2/1587 no. 2003) 

    Yang tergolong khamer adalah apa saja yang dapat memabukkan, sehingga semua jenis narkoba, ganja, sabu-sabu, opium, dan sejenisnya adalah termasuk kategori khamer. 

Allah berfirman:  

Hai orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamer, berjudi, (berqurban untuk) berhala adalah perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. (Al-Maidah: 90)

Kemudian sabdanya: 

"Sesungguhnya Allah memilih janji untuk orang meminum khamer yaitu akan memberinya minuman dari thinatul khabal. Mereka bertanya: Apakah thinatul khabal? Yakni cairan kotor yang keluar dari penghuni neraka." (HR. Muslim 3/1587, no 2002(72)) 

    Saudaraku masih banyak ayat dan hadits yang menerangkan masalah ini. Sekali lagi yang termasuk di dalam masalah ini adalah narkoba, ganja, obat bius, serta obat-obatan terlarang lainnya.


  • Taatlah kepada kedua orang tuamu, seandainya keduanya menyuruhmu mengeluarkan hartamu seluruhnya maka keluarkanlah semua harta untuk keduanya.

    Setiap orang diwajibkan berbakti kepada kedua orang tua dalam kebajikan. Sesungguhnya keutamaan keduanya sangat besar. Tidak ada di muka bumi ini orang yang mengurus dan memperhatikan anda seperti keduanya. Oleh karena itu taatilah kedua orang tuamu, seandainya mereka berdua memerintahkan kamu untuk mengeluarkan hartamu semuanya maka keluarkanlah semua untuk keduanya. Sebab anda dan harta anda adalah milik orang tua anda, dan yakinlah bahwa apa yang anda berikan kepada kedua orang tua anda belum memenuhi hak keduanya. 

Hal itu sesuai dengan sabda Nabi saw: 
Engkau dan hartamu adalah milih ayahmu (HR. Ibnu Majah -Shahih) 

Allah berfirman: 
Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada ibu-bapaknya; ibunya telah mengandung dalam keadaan lemah dan bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua ibu-bapakmu, hanya kepada-Ku tempat kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tiada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergauilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan (Luqman: 14-15)

Firman Allah: 
Dan rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia, dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu-bapakmu dengan sebaik-baiknya, jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam peliharaanmu, maka jangan sekali-kali kamu mengatakan kepada mereka "ah" dan jangan kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu kepada mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai rabbku, kasihanilah mereka berdua, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil (Al-Isra': 23-24) 

    Dalam ayat di atas Allah memerintahkan kepada kita agar kita berbakti kepada kedua orang tua kita, tidak boleh sekali-sekali mengatakan kalimat "ah" atau "cis" atau membentak mereka dan menghina mereka, karena ini termasuk dosa besar yang paling besar. Allah dan Rasul-Nya mengajarkan kepada kita agar kita selalu berbuat baik kepada kedua orang tua kita, baik kita yang masih muda, remaja, atau sudah punya isteri, anak ataupun yang sudah punya cucu, maka seandainya orang tua kita masih hidup ada kewajiban kita untuk berbakti kepada keduanya. Sering dalam kehidupan di masyarakat bahwa kita dianjurkan untuk berlaku sopan kepada orang yang lebih tua dari kita. Atau ketika teman meminta tolong kepada kita, maka kita menolongnya dengan kemampuan kita yang ada, maka bagaimana dengan kedua orang tua kita sendiri? Tentu kita kan berbuat lebih baik. Karena orang tua kita telah menemani kita sejak kita lahir. Berbeda dengan teman yang bertemu dengan kita dalam perjalanan hidup kemudiaan. Oleh karena itu berbuat baiklah kepada kedua orang tua kita dalam hal yang ma'ruf, jangan kita mencegah harta kita ketika mereka membutuhkannya. (Lihat Surat Al-Baqarah: 215)


  • Janganlah engkau bertentangan denga ulil amri (pemerintah), meskipun engkau memandang bahwa engkaulah lebih benar daripadanya.

 Allah berfirman: 
"Hai orang-orang beriman, taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul, dan kepada pemimpin diantara kamu. Jika kalian berselisih dalam sesuatu maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur'an) dan Rasul-Nya (As-Sunnah)... (An-Nisa': 59 
    Dalam kitab Aqidah at-Thohawiyah dijelaskan: "Kita tidak boleh keluar dari para penguasa yang bertanggung jawab atas urusan kita, sekali pun mereka telah berbuat zhalim. Tidak boleh mendo'akan kejelekan bagi mereka dan tidak boleh melepas tangan dari ketaatan kepada mereka. Kita menganggap bahwa taat kepada penguasa muslim berarti taat kepada Allah yang wajib atas kita, kecuali mereka memerintahkan kemaksiatan kepada Allah. Kita juga mendo'akan mereka kebaikan dan kesejahteraan." 
 Dari Hudzaifah bin Yaman bahwa Rasulullah saw bersabda:

"Akan ada sepeninggalku para pemimpin yang tidak mengambil petunjuk dari petunujukku dan tidak mengambil sunnah dengan sunnahku. Akan muncul ditengah-tengah kalian pemimpin yang berhati syaitan dalam wujud manusia" Aku (Hudzaifah) bertanya: "Apa yang aku harus perbuat jika aku mendapatinya?" (Hendaklah kalian mendengar dan taat kepada pemimpinmu meskipun ia memukul punggungmu dan merampas hartamu (korup)." (HR. Muslim no. 1847 (52)). 
     Jika seandainya kita melihat Ulil amri yang ada melakukan kesalahan, berbuat kezhaliman atau melakukan dosa besar, maka kewajiban kita adalah menasehatinya dengan cara yang baik, tidak mencaci maki, mencela, apalagi mengadakan demonstrasi, membeberkan kesalahan didepan umum atau dengan cara-cara lainnya yang bukan dari Islam. 
 Rasulullah saw bersabda:

Barangsiapa yang ingin menasehati pemimpin, maka janganlah menampakkan secara terang-terangan, akan tetapi hendaklah ia memegang tangannya, kemudian ia menasehati berdua, jika ia menerima itulah yang dikehendaki, jika tidak maka sesungguhnya ia telah menunaikan (kewajiban) yang ada padanya (HR. Ahmad, Ibnu Abi 'Ashim dalam Kitabnya As-Sunnah
Oleh karena itu ketika menghadapi penguasa yang demikian, maka kewajiban kita adalah taat dan sabar, yang insya Allah semua itu akan menghapuskan dosa dan kesalahan kita selama ini, dibanding dengan keluar (membelot) dari mereka akan mengakibatkan kerusakan yang lebih besar lagi. 
Dari Anas bin Malik, bahwa ia berkata: "Para pembesar melarang kami untuk menyelesihi Ulil Amri, mereka berkata: bahwa Rasulullah saw bersabda:

"Janganlah kalian mencela pemimpin-pemimpin kalian, janganlah kalian dengki kepada mereka dan janganlah membenci mereka, (tetapi) bertaqwalah kepada Allah dan bersabarlah, sesungguhnya perkara ini sudah dekat." (HR. Ibnu Abi 'Asyim, Hadits shahih) 
    Adanya penguasa yang zhalim dan tidak memperhatikan urusan kaum muslimin, adalah suatu musibah yang disebabkan karena dosa kaum muslimin itu sendiri. Sehingga Allah menurunkan kepada kaum muslimin pemimpin-pemimpin yang zhalim akibat dosa dan kesalahan yang telah mereka perbuat. 
Allah berfirman:

"Apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tangan kamu sendiri" (Asy-Syuura: 30) 
"Dan demikian Kami jadikan sebagian orang-orang yang zhalim itu teman bagi sebagian yang lain disebabkan apa yang telah mereka usahakan". (Al-An'am: 129) 
    Pada saat Rasulullah bertindak sebagai ulil Amri beliau pernah mewanti-wanti umatnya dengan sabdanya melalui shahabat Ibnu Umar: Barangsiapa yang memberontak kepada kami dengan senjata, maka dia bukan termasuk ke dalam golongan kami. (bukan dari Islam) (HR. Bukhari dan Muslim) 
    Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah menjelaskan: "Bahwa jalan keluar dari semua permasahalan sekarang ini adalah:

Pertama: Dengan bertobah kepada Allah.

Kedua    : Membersihkan aqidah mereka dan

Ketiga   : Mendidik diri dan keluarga di atas Islam yang benar. 
    Bukan dengan cara yang kita lihat sekarang ini seperti yang dilakukan oleh kaum muslimin dengan cara memberontak, kudeta dan lain-lainnya, dimana semua cara tersebut tidak dibenarkan dalam syari'at Islam yang mulia ini, dan justru hanya membuat kerusakan yang lebih besar lagi bagi kaum muslimin itu sendiri. (syarah Ta'liq Aqidah Thahawiyah)

    Syaikh Muhammad Shalih al-Utsaimin menjelaskan: 
"Perhatikan manhaj salafus shalih dalam bermuamalah dengan penguasa. Janganlah kesalahan-kesalahan penguasa dijadikan jalan untuk membangkitkan emosi rakyat atau untuk menjauhkan hati rakyat dari penguasa, karena ini akan membawa kepada kesususahan dan merupakan pokok terjadinya fitnah. Bila sudah tidak ada lagi penguasa dan ulama' maka hilang syari'at dan rasa aman" (Mu'malatul Hukkam fil Dauil Kitab wa Sunnah). 
    Sebagai penutup uraian ini, kami menasehati kaum muslimin agar berhati-hati dan tidak terjadi kepada tindakan mencela, mendemo para pemimpin kita. 
Ingatlah sabda Rasulullah:

"Baransiapa yang taat kepadaku sungguh dia telah taat kepada Allah, barangsiapa yand durhaka kepadaku, sungguh dia telah durhaka kepada Allah. Barangsiapa yang taat kepada pemimpin, sungguh dia telah taat kepadaku. Barangsiapa yang durhaka (menentang) kepada pemimpin berarti dia telah durhaka kepadaku. (Hadits Shahih Riwayat Bukhari 4/384 dan Muslim 6/14, dan Nasa'i)



#tunggu duluu kisah selanjutnya masih dalam proses pengetikan Guyss 
#hambaAllah


Ayo Gabung Di Maskhay Buiness

MASKHAY BUSINESS

http://www.nmcmobile.com/ Kunjungi  http://bit.ly/2yjElZa   atau  http://bit.ly/2yxOP8g اسلام عليكم ورحمة الله وبر كاته ⭐ Welcome ...